Monday, September 23, 2019




Nama Khabib Nurmagomedov mencuri perhatian publik setelah berhasil mengalahkan Connor McGregor pada pertandingan UFC 229 di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (06/10/2018) waktu setempat. Bahkan setelahnya, Khabib Nurmagomedov juga sempat membuat rusuh karena menilai lawannya telah menyingung agama, negara dan ayahnya. Hampir semua pria lokal adalah pegulat turun-temurun termasuk juga keluarga Khabib. Ayahnya Abdulmanap Nurmagomedov adalah seorang master olahraga dalam gulat gaya bebas, saudara ayahnya adalah juara dunia dalam sambo pada tahun 1992, dan paman dari pihak ibu adalah pegulat ternama. Tidaklah mengherankan bahwa baik Khabib dan adik laki-lakinya Abubakar mengikuti jejak kerabat terkemuka dan dari usia dini sangat tertarik pada gulat.

Pelatih pertama mereka adalah ayah mereka, yang hampir dari buaian menyiapkan putra-putranya untuk pertarung di arena. Sejak usia tiga tahun, Khabib mulai menguasai elemen gulat dasar, dan pada usia lima tahun dia sudah masuk ke ring. Uniknya lagi, rekan latihan Khabib saat bergulat tak hanya manusia saja. Ia pernah berlatih gulat bersama seekor beruang saat umurnya sembilan tahun. Di usia lima belas tahun, Khabib tidak jauh berbeda dari anak-anak lain, dia bersekolah, rajin menghadiri sesi pelatihan, dan sering bertengkar dengan orang-orang jalanan. Khabib ingin mendapatkan pekerjaan penjaga keamanan untuk mendapatkan uang, tetapi seluruh keluarga menentangnya.
Namun menurut ayahnya, olahraga juga merupakan pekerjaan, dan sebagai olahragawan memanglah sulit, namun seorang atlet profesional seharusnya tidak berpikir bagaimana mencari nafkah, kalau tidak, dia tidak akan pernah mencapai puncak. Pada usia 23, Nurmagomedov mendapatkan predikat sebagai pegulat Rusia termuda dalam sejarah UFC. Amerika segera menerima keahlian Khabib dan mengundang atlet ke perkumpulan mereka. Sejak saat itu, ia dijuluki "Elang" serta memenangkan pertarungan dari arena-arena utama dunia yang dimenangkan oleh Khabib.
Simbol dari Khabib adalah topi gembala yang dimaksudkannya adalah bagaimana dia membalikkan kebanggaan rakyatnya dan pengabdiannya pada tradisi suku Avar. Khabib adalah petarung beragama Islam dan ia lebih memilih untuk tidak bertarung selama bulan ramadhan.
"Bagi saya, berpuasa di bulan Ramadhan lebih penting daripada pertarungan apa pun," ujar Khabib dalam satu kesempatan wawancara.
Khabib juga lumayan tertutup tentang pernikahannya. Dari informasi di wikipedia Dikenal jika Khabib menikah pada Juni tahun 2013. Khabib Nurmaghomedov menghajar Al Iaquinta. Sabtu (4/7/2018) ((MMAJunkie) Ia memiliki seorang anak perempuan dan seorang putra.
Khabib Nurmagomedov adalah penggemar klub sepak bola Rusia Anzhi Makhachkala dan Real Madrid serta tim sepak bola nasional Rusia. Dalam beberapa kesempatan di akun Instagramnya, Khabib menunjukkan dukungannya pada klub favoritnya itu.

Thursday, September 19, 2019

"Loser To The Winner"

Andrew Carnegie



Andrew Carnegie dilahirkan di Dunfermline, Skotlandia, pada tanggal 25 November 1835. Ia lahir dari pasangan William dan Margaret Carnegie, yang bedasal dari sebuah keluarga miskin yang tinggal di rumah seadanya.

Ayah Andrew, William Carnegie, menamainya sama dengan nama sang kakek, yaitu Andrew Carnegie. Ternyata, bukan hanya nama saja yang sama, namun Andrew juga mewarisi sikap sang kakek yangoptimis dan penuh semangat.

Di Skotlandia, karena keadaan tidak menjadi lebih baik hari demi hari, William Carnegie dan keluarga pun akhirnya melakukan imigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1848. Mereka ingin mengejar “the American Dream”, seperti yang banyak orang lakukan.

Namun, keinginan mereka untuk pindah ke Amerika bukannya tanpa kesulitan; karena mereka tidak memiliki cukup uang untuk pergi ke sana. Akhirnya, keluarga Carnegie memutuskan untuk meminjam uang agar bisa mendapatkan hidup yang lebih baik.

Sesampainya di Amerika, keluarga Carnegie mencari pekerjaan agar bisa terus hidup. Di usia 13 tahun, Andrew bekerja di sebuah pabrik kapas, dan dibayar $1.25 per minggunya. Ayahnya juga bekerja di pabrik kapas, tapi kemudian berganti pekerjaan dengan merajut linen.

Pada tahun 1853, Andrew bekerja untuk Thomas A. Scott di Pennsylvania Railroad Company sebagai sekretaris/operator telegraf. Pertemuannya dengan Scott ternyata membawa kemajuan, setelah pada tahun 1855 ia dibantu untuk menginvestasikan $500 di sebuah firma yang sukses bernama Adams Express.

Dari investasinya itu, hasilnya ia gunakan kembali untuk membeli sebagian dari Pullman Company, dan kemudian ia meneruskannya dengan investasi di bidang yang berkaitan dengan rel kereta, seperti besi dan baja. Dari sanalah ia kemudian mendapatkan modal yang cukup untuk sukses melanjutkan usahanya.

Andrew Carnegie memang selalu mendorong pekerja pabriknya untuk bekerja keras siang dan malam, namun ia tidak lupa untuk membantu meringankan beban masyarakat. Ketika ia meninggal di tahun 1919, ia telah menyumbangkan uang dengan total US $350,695,653 untuk kepentingan umum.

Ini semua dilakukannya karena ia percaya bahwa orang-orang kaya haruslah ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat, dan ia percaya bahwa orang kaya tak pantas meninggal dalam keadaan kaya, apa lagi dengan turut serta mengubur harta bendanya.


Thursday, September 12, 2019

Khalid bin walid “Si Pedang Allah”

Khalid bin Walid (Khalid anak al-Walid) berasal dari Suku Quraisy, klan yang melawan Nabi Muhammad. Dia memiliki peran vital dalam kemenangan orang Mekkah sewaktu Pertempuran Uhud melawan orang Muslim. Dia menjadi Mualaf dan masuk Islam, bergabung bersama Muhammad setelah terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah serta berpartisipasi dalam berbagai ekspedisi untuk Muhammad, seperti Pertempuran Mu'tah. Ini merupakan pertempuran pertama antara orang Romawi dan Muslim. Khalid bin Walid melaporkan bahwa pertempuran tersebut amatlah sengit sampai-sampai dia menggunakan sembilan pedang, yang kesemuanya patah dalam pertempuran tersebut. Pada pertempuran Mu'tah, Khalid ditunjuk untuk menjadi panglima perang pengganti setelah ketiga panglima perang dalam Pertempuran Mu'tah yaitu Zaid bin Haritsah, lalu Jafar ibn Abi Talib, lalu Abdullah ibn Rawahah tewas terbunuh secara berurutan dalam pertempuran yang sengit itu.

Pada saat yang genting itu, tampillah Khalid bin Walid, si Pedang Allah, yang menyorot seluruh medan tempur yang luas itu, dengan kedua matanya yang tajam. Diaturnya rencana dan langkah yang akan diambil secepat kilat, kemudian membagi pasukannya kedalam kelompok-kelompok besar dalam suasana perang berkecamuk terus. Setiap kelompok diberinya tugas sasaran masing-masing, lalu dipergunakanlah seni Yudhanya yang membawa mukjizat, dengan kecerdikan akalnya yang luar biasa, sehingga akhirnya ia berhasil membuka jalur luas diantara pasukan Romawi. Dari jalur itulah seluruh pasukan Muslim menerobos dengan selamat. Karena prestasinya dalam perang inilah Rasulullah menganugrahkan gelar kepada Khalid bin Walid, “Si Pedang Allah yang senantiasa terhunus”.

Khalid dikatakan mengikuti sekitar seratus pertempuran, baik pertempuran besar dan pertempuran kecil serta duel tunggal, selama karier militernya ia tetap tak terkalahkan, ia diklaim sebagai salah satu jenderal militer atau panglima perang terbaik dalam sejarah.

Setelah diangkat menjadi penglima perang sejak zaman khalifah Abu Bakar, Klalid bin Walid selalu menang, sehingga saat itu muncul dalam benak dan keyakinan sebagian kaum muslimin:
“Kalau khalid jadi panglima, pasti menang”

Bahkan sebagian kaum  muslimin  mengira bahwa Khalid bin Walid (ﺻﺎﻧﻊ ﺍﻟﻨﺼﺮ) “pembuat kemenangan”, sebagian kaum muslimin menyandarkan sepenuhnya hati pada Khalid dan mulai lalai berdoa dan berharap serta meminta kepada Allah Ta’ala.

Melihat fenomena ini, Umar bin Khattab mengganti Khalid bin Walid dengan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Umar paham benar bahwa Tauhid lebih penting dari segalanya. Bukan berarti Umar ingin kaum muslimin kalah, akan tetapi TAUHID paling penting dan kemenangan kaum muslimin masih bisa didapatkan dengan kepemimpinan Abu Ubaidah yang diberi gelar oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan “Amiinul ummah” (Orang kepercayaan umat).

khalifah Umar bin Al Khatthab. Beliau hendak membuktikan kepada ummat bahwa kemenangan adalah karunia Allah, sebagai imbalan dari keta’atan ummat Islam kepada ajaran agama Islam. Sehingga siapapun pemimpinnya tetap saja Allah menurunkan pertolongan dan kemenangan bagi ummat Islam.

Kholid bin Al Walid beliau tetap berjuang dan berjihad di bawah bendera panglima yang baru yaitu Abu Ubaidah Bin Al Jarrah. Beliau mematuhi perintah dan mengikuti strategi dan kebijakan panglima baru yang menggantikannya. karena beliau berjihad hanya mencari keridhaan Allah dan demi tegaknya agama Allah, bukan mencari apresiasi atau gelar atau agar namanya dikenang, atau diakui jasa jasanya oleh atasan atau masyarakat.

Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!"

Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid.

Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya "Si Pedang Allah" menempati posisi khusus di sisi Allah SWT.

Pelajaran yang diambil :

Khalid tidak terobsesi dengan ketokohannya. Ia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai bagian dari buah perjuangan. Hal itulah yang pernah diungkapkan Khalid mengomentari pergantiannya, “Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!” Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilah ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasul seperti Khalid bin Walid.

Ketika popularitas ada di tangan, sebenarnya seseorang sedang berada di puncak godaan. Persis seperti kuli bangunan yang berada di gedung tinggi. Kian tinggi posisinya, semakin besar tiupan angin. Dan kalau jatuh pun akan jauh lebih sakit.